SAKSI
.co
christian
online
Saksi

Kisah Nyata Keajaiban Jasmaniah

Dari Saksi

Langsung ke: navigasi, cari

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah mengalami sakit penyakit, entah penyakit yang obatnya mudah ditemukan sampai penyakit yang obatnya belum pernah ditemukan. Ketika rasa putus asa dan kecewa menghampiri para pengidap penyakit ini, mampukah sukacita hadir dalam penantian akan kesembuhannya? Kesaksian tentang topik keajaiban jasmaniah ini adalah bukti bahwa sukacita di dalam Tuhan dapat dirasakan oleh orang-orang yang sedang terpuruk dalam penyakit yang dideritanya. Selamat menyimak!

  • Disembuhkan dari Tumor Otak Ganas
    Hanya mulut saya yang dapat menyanyikan beberapa lagu pujian. Saya merasa ada suatu kekuatan yang membuka genggaman kedua tangan saya, dan meletakkan suatu benda bulat yang halus di telapak tangan saya.
  • Disembuhkan dari Osteogenesis Imperfecta
    Aku bukanlah orang yang berani berbicara di depan banyak orang. Karena itu, aku punya kebiasaan untuk menulis apa yang aku pikirkan dan yang ingin aku ungkapkan. Pada kesempatan kali ini, aku ingin menuliskan perjalanan hidupku bersama dengan Tuhan.
  • Pertolongan Tuhan tidak Pernah Terlambat
    Pada Desember 2006, saya mengalami keguguran ketika kehamilan saya memasuki usia 4 bulan. Itu adalah kehamilan kedua saya. Setelah selang waktu 7 bulan, saya dinyatakan positif hamil lagi oleh dokter. Perasaan sukacita, khawatir, dan takut, bercampur jadi satu dalam hati saya. Sukacita karena Tuhan telah mengabulkan doa keluarga saya agar diberi momongan lagi; khawatir karena saya seharusnya tidak boleh hamil dahulu sebelum cek darah untuk mengetahui penyebab keguguran kehamilan kedua saya.
  • Tumor di Perutku Menghilang Ketika Aku Percaya Yesus
    Pertengahan 1984, Bini merasakan ada yang tak beres pada perutnya, penat, seperti ada yang menekan. Namun itu tak dihiraukannya. Ia tetap bekerja seperti biasa. Bangun jam 23.00 WIB saat kebanyakan orang di desa Bejen, Kaliwungu, Semarang masih lelap tidur. Setiap hari, ia harus puas dengan tidur 4 sampai 5 jam.
  • Tuhan Lebih Tahu
    Sudah beberapa minggu Andi selalu gelisah setiap kali memperhatikan tukang-tukang yang bekerja pada perusahaan yang dipimpinnya. Sejak perusahaan itu hanya mulai dengan seorang tukang sampai berjumlah sepuluh orang, mereka bekerja dengan sangat baik dan giat, mereka semua menggantungkan nasibnya dan keluarganya pada perusahaan yang dipimpinnya. Tetapi ketergantungan itu telah menjadi suatu beban baginya apalagi dalam kondisi ekonomi yang buruk seperti sekarang ini.
  • Aset Miliaran Hilang Keselamatan Kekal Aku Peroleh
    Saya sangat depresi. Stroke mengantar saya bolak-balik ke rumah sakit. Biaya rumah sakit yang mencapai ratusan juta rupiah makin membuat saya tertekan. Uang yang saya cari dengan susah payah cuma disetor ke rumah sakit. Karena itu, saya merasa nggak berguna, bikin susah suami dan anak-anak. Obsesi saya menjadi pengusaha terkemuka di bidang perkebunan hancur. Tiba-tiba saya terpikir lebih baik mati. Bunuh diri!
  • Terus Berkarya dengan Kaki Palsu
    Amputasi? Saya nggak normal lagi? Kenapa saya? Kenapa? Tidak hanya kaki saya yang hancur, hati saya juga hancur! Saya mencoba untuk mengerti kejadian itu. Namun sulit saya pahami. Saya ngambek sama Tuhan, tapi nggak lama. Saya gelisah, pikiran nggak tenang hampir sebulan nggak ke gereja. Hati saya berkata, apa pun yang terjadi, saya anak Yesus," kata Bernadus Setiawan (30 th) korban bom di Gereja Katolik Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur.
  • Seorang Wanita Kristen Yang Memberikan Sebagian Livernya Untuk Saudara Seimannya
    Siapa pun yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat adalah saudara seiman dan Alkitab jelas mengatakan suapaya kita saling memerhatikan. Tetapi banyak dari "panggilan" Allah itu memerlukan kekuatan yang dahsyat untuk bisa memenuhinya. Kebanyakan membutuhkan lebih dari sekadar keinginan untuk tahu meskipun Tuhan sudah melangkah dan menggunakan orang-orang yang ada dan keadaan untuk menciptakan suatu mukjizat, seperti kisah Wendy dan Tracy.
  • Doa Orang Asing Menyembuhkan Aku
    "Saya tidak salah memilih Yesus sebagai Tuhan saya. Karena ia telah memberikan kepada saya begitu banyak pertolongan. Tuhanlah yang `The Best`," ujar Stevanus menambahkan kesaksian istrinya. Rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan, tapi damai sejahtera yang memberikan hari esok yang penuh harapan. (Kisah ini telah ditayangkan pada 17 Desember 2007 dalam acara Solusi di SCTV.)
  • Saya Terselamatkan Walaupun Lahir Tanpa Bola Mata
    Jhon Natanael lahir tanpa bola mata. Saat ia di dalam kandungan, ibunya putus asa dengan keberadaan ayahnya, lalu mencoba melakukan tindakan bunuh diri. Ini berimbas di masa kecilnya. Ia melewati semuanya dengan luka yang teramat dalam. Kesepian menjadi nyanyian pilu yang disimpannya sendiri. Bertahun-tahun, ia mengalami frustrasi dan terus bertanya. Mengapa ia dilahirkan buta? Namun, semua kesesakan itu dihempasnya di kaki salib Yesus. Kini, Jhon bisa berkata, "Hidup saya amat berarti."
  • Bisu Tuli Tak Menyurutkan Niatku Menjadi Perancang Busana
    Hidup manusia, apa pun keadaannya, tetaplah berharga. Karena tak akan pernah ada kelahiran tanpa seizin-Nya. Kata-kata yang ditulis Tintin di bagian depan Alkitabnya, seakan mewakili jejak-jejak imannya. "Dalam masa penuh tekanan dan kesusahan, bahkan dalam kesenangan, Alkitab memberi padaku kekuatan lebih dari yang kuharapkan. Setiap kali kubaca firman Tuhan, aku tidak pernah menemui kegagalan dalam menerima cahaya pengertian. Setiap kali kubaca tentang Yesus, hatiku dipenuhi kegirangan. Sebab suara-Nya yang penuh kasih sayang terus saja kedengaran berkumandang."
  • Selamat dari Kematian
    Saya adalah pemuda yang diberkati oleh Tuhan, tapi saya tidak pernah bersyukur dan tidak mau mengenal Dia dengan lebih dalam lagi. Tahun 1993 saya sudah berkeluarga dan mempunyai seorang putra, sementara istri saya sedang hamil anak kedua. Selain bekerja saya punya usaha angkot. Dan seperti biasa juga setiap malam pukul 20.00 saya harus ke daerah Depok (waktu itu kandang kendaraan saya di sana sedangkan saya tinggal di Jakarta) dan pulang dari Depok paling cepat pukul 23.00.
  • Nyawa Cadangan
    Tuhan itu sungguh sangat baik. Banyak hal tidak berkenan baginya yang telah kita lakukan, tapi Dia tetap setia, asal kita sungguh-sungguh bertobat dan minta ampun pada-Nya. Dia akan turun tangan memulihkan hidup kita. Yang penting kita punya iman pada-Nya, Tuhan akan bekerja dalam banyak cara dalam kehidupan kita.
  • Korban Aborsi Itu Kini Punya Masa Depan
    Kehidupan yang dijalani sekarang, sungguh jauh dari pikirannya di masa lampau. Si penakut, pemalu, dan rendah diri karena fisiknya yang tak sempurna itu telah dibentuk Tuhan menjadi ciptaan baru. Rasanya, tak ada yang menyangka, kini ia penuh semangat memberikan kesaksian, menyanyi bahkan menjadi pembicara seminar di banyak tempat dengan topik Bahaya Aborsi bagi Ibu dan Anak yang dihadiri ratusan orang. Gloria juga sukses menjadi pengusaha kue kering dengan label Hosana yang terpampang di gerai toko roti bergengsi di Jakarta, SOGO, salah satunya. Wanita yang lahir dari gagalnya aborsi kini menikmati kehidupan.
  • Selalu Ada Jalan Keluar
    Kata-kata yang penuh iman itulah yang menyadarkan saya untuk kami sepakat berdoa. Sambil bergandengan tangan, kami berseru: "Tuhan Yesus, tolong Raymond!" Tanpa perlu menunggu lama, setelah berdoa, terjadi mukjizat itu. Ketika Linda sedang memegang tangan Raymond, tiba-tiba tangannya bisa merespons dan pada waktu yang hampir bersamaan, kami melihat bola matanya kembali normal! Raymond sembuh total! Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus!
  • Kanker Stadium Empat Sembuh Total Tanpa Operasi
    Saya mengimani bahwa Tuhan Yesus sudah melakukan mukjizat penyembuhan atas kanker saya secara sempurna. Dan benar, sejak saat itu, sekalipun saya tidak minum obat kanker dan tidak menjalani kemoterapi, tapi sakit saya tak pernah kambuh alias 100 persen sembuh total hingga sekarang.
  • Michelle Price
    Michelle Price adalah gadis kecil periang yang senang memanjat pohon, menunggang kuda, bermain ski, bercerita tentang banyak kisah, dan menyanyi. Dengan keluarga Kristen yang mengasihi dia, hidup Michelle seolah tak memiliki sedikit beban pun sampai ia berumur 8 tahun, ketika kaki kanannya mulai terasa sakit dan bengkak.
  • Penyertaan Tuhan Yesus Kristus bagi yang Masih Bimbang
    Keraguan atas penyertaan dan pertolongan Tuhan merupakan tanda bahwa kita kurang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Ini harus diperbaiki. Ingatlah akan Imanuel, sungguh benar bahwa Tuhan kita tidak pernah meninggalkan kita, ini sesuai dengan janji-Nya: "Aku akan menyertai kamu sampai kepada akhir zaman." Mukjizat Tuhan itu nyata. Pertolongan Tuhan bagi anak-anak-Nya adalah pasti. Yang perlu kita lakukan hanyalah percaya dan tetap berserah kepadanya. Allah memiliki waktunya sendiri.
  • Doa Masa Kanak-Kanak Saya yang Dijawab
    Kisah tentang anak-anak mendoakan keluarga, orang tua, pendeta, guru, dan gereja, tidak terhitung jumlahnya. Doa yang bermakna dari anak-anak sangatlah berkuasa. Siapakah yang dapat menceritakan apa saja yang telah diubahkan, dihentikan, terlaksana! Apa pun juga, satu hal yang saya tahu, ini merupakan pembuat berita utama tentang kabar baik!
  • Doa Orang Asing Menyembuhkan Aku
    Karena sakit yang dialami Fony tidak ditemukan penyebabnya, dokter menyarankan agar Fony dirawat untuk diobservasi. Selama berada di ruang perawatan, Fony merasakan kesakitan yang luar biasa pada kakinya. Mulai dari kaki kanan terus menjalar ke atas. Obat yang diberikan dokter dan perawat untuk menahan rasa nyeri, tidak membuat penyakit Fony semakin baik, tapi malah bertambah parah. Tidak tahan melihat keadaan istrinya, Stevanus berkeras ingin menemui dokter untuk menanyakan kepastian mengenai penyakit istrinya. Dari dokter itulah Stevanus akhirnya mengetahui kalau Fony terkena penyakit GBS, sebuah penyakit langka. Dokter pun menyarankan tindakan operasi secepat mungkin.
  • Seorang Wanita Kristen Yang Memberikan Sebagian Livernya Untuk Saudara Seimannya
    Siapa pun yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat adalah saudara seiman dan Alkitab jelas mengatakan suapaya kita saling memerhatikan. Tetapi banyak dari "panggilan" Allah itu memerlukan kekuatan yang dahsyat untuk bisa memenuhinya. Kebanyakan membutuhkan lebih dari sekadar keinginan untuk tahu meskipun Tuhan sudah melangkah dan menggunakan orang-orang yang ada dan keadaan untuk menciptakan suatu mukjizat, seperti kisah Wendy dan Tracy.